Minggu, 30 Oktober 2011

Kemunculan Manusia bercambuk: Rencana besar (bagian 2)

lanjutan
---------------------------------------------------------------------------------------------------

Ternyata perjalanan Adi dan Tetsumi telah dilihat oleh para penghuni Gensokyo. Salah satu orang yang melihat mereka adalah pada saat mereka berada diatas Misty lake. Saat itu ada dua orang sedang meni’mati malam yang begitu cerah. Kebetulan yang melihat mereka adalah seseorang yang memiliki sepasang sayap warna-warni seperti Marx soul Kirby. Ia memperhatikan mereka dari bawah. Jadi ia cuma melihat sebuah kain melayang diudara. Hal tersebut dilaporkannya kepada seseorang lagi yang memiliki sebuah sayap seperti kelelawar yang saat itu tengah memperhatikan malam yang begitu indah. “Kak, menurutmu apakah ada kain bisa terbang?”


Tentu saja yang ditanya kaget. Lalu ia menjawab, “Ten…tentu saja bisa. Bisa saja sebuah kain terbang karena angin dari Aya,atau semacamnya. Kau tahu sendiri bukan?”

“Iya, kak. Tapi kalau terbang tanpa angin ribut bagaimana?” Tanya yang bertanya yang rupanya adiknya orang yang ditanya.

“Maksudmu? Bisa terbang sendiri, begitu?” jawab kakaknya agak bingung.

“Iya, kak.”
“Dimana?”

“Disitu.” Lalu adiknya menunjuk sebuah karpet yang ternyata diatasnya ada Adi dan Tetsumi.
Kemudian kakaknya menjawab, “Sepertinya kita kedatangan tamu dari dunia luar. Memangnya apa yang akan kamu lakukan kepada mereka?”

“Tidak tahu. Tapi yang jelas mungkin kita akan memberikan sedikit pelayanan tambahan kepada mereka.”
Namun sebelum mereka mendekati Adi dan Tetsumi, Adi dan Tetsumi sudah pergi ke atas Forest of Magic.

“Yah, kak. Mereka sudah pergi. Kita harus bagaimana?”

“Memangnya kamu mau bertemu mereka, dik? Tapi sebaiknya tidak usah saja.” Tanya kakaknya mau menghindari masalah yang akan terjadi berikutnya.

“Ayolah, kak. Aku mau melihat mereka.” Rengek adiknya.
 
Kakaknya awalnya tetap kokoh mempertahankan kemauannya. Tetapi karena adiknya bersikeras disertai rengekan, akhirnya hati wanita itu luluh juga.
 
Kemudian kakaknya berkata, “Baiklah, kita menunggu mereka di sebelah sana.” Lalu kakaknya menunjuk kesebuah daerah yang letaknya didekat Nameless hill. “Bagaimana?”
 
“Setuju kak.” Lalu merekapun terbang menuju kesebuah daerah yang ternyata menjadi jalur Adi dan Tetsumi.

Kemudian ditempat lain juga ada yang memperhatikan gerak-gerik Adi dan Tetsumi.
 Saat itu ia sedang menyaksikan malam yang tidak mau dilewatkan begitu saja didalam sebuah hutan bersama temannya yang kebetulan sedang menemaninya.

Kebetulan saat matanya yang berwarna biru melihat sebuah kain melayang disisi malam yang cerah. Kemudian ia bertanya kepada temannya yang lagi minum sebuah minuman keras, “Hei, kawan. Sebenarnya apakah ada kain terbang?”

“Tentu saja bisa. Mungkin saja karena angin yang dibuat Aya menjadi terbang.” Jawab temannya sambil kembali meneguk miras yang ia minum.

“Tetapi apakah bisa sebuah karpet bisa bertahan diatas langit?” Tanya temannya sambil menunjuk Adi dan Tetsumi yang tengah memperhatikan Forest of Magic.

Temannya segera berhenti minum. Lalu segera ia memperhatikan apa yang ditunjuk oleh temannya.
 
Segera saja temannya berkata, “Sepertinya ada orang yang mengendalikannya.”

“kira-kira menurutmu, apakah Aya bisa membuat dirinya terbang lebih lama dengan sebuah karpet?”

“Kurasa tidak. Kalau aku perhitungkan, ada orang asing yang sedang menjelajahi daerah Gensokyo. Ayo kita kasih sedikit pelajaran kepadanya!” Lalu temannya segera mengikuti Adi dan Tetsumi yang segera pergi lagi kearah sebuah gunung.
 
Temannya saat itu ingin meninggalkan temannya sendirian. Namun karena tertarik ada orang lain yang berkunjung, maka segera saja ia menyusul temannya yang sudah lebih dahulu.
=======================================================
Adi dan Tetsumi baru saja dari sebuah gunung yang bernama Youkai Mountain. Tiba-tiba saat mereka akan menuju Nameless hill, Adi memperhatikan ada dua buah bayangan yang dengan cepat lewat dihadapan mereka. Adi segera berkata kepada Tetsumi, “Itu apa?”

Baru saja Tetsumi akan berkata, tiba-tiba bayangan tersebut mendekati mereka. Adi dengan sigap mengeluarkan cambuknya dan menyerang bayangan tersebut.

Tentu saja bayangan itu menghindari serangan Adi. Kemudian bayangan itu berhenti. Tampak oleh mereka bahwa itu adalah sebuah makhluk yang mengenakan sebuah topi berwarna putih dengan baju warna merah dan sebuah dasi warna kuning. Lalu dibelakangnya ada sebuah sayap warna-warni seperti Marx soul Kirby.
Kemudian makhluk itu berkata, “Ternyata ada Tetsumi dan pemuda asing.”

Tak lama kemudian muncul lagi seorang yang mengenakan topi warna merah jambu dengan pita merah ditopi tersebut. Lalu ia mengenakan pakaian warna putih dengan sebuah dasi warna merah. Ia Kemudian berkata, “Maafkan atas kelakuan adikku. Sebelumnya perkenalkan. Saya Remilia Scarlet. Dan ini adikku, Flandre Scarlet.”

“Jadi kalian ini vampire toh.” Kata Adi kepada keduanya. “Perkenalkan, namaku Adi. Senang bertemu kalian. Semoga kalian tidak memangsa kami.”

“Ooo…Kami tidak akan memangsa kalian. Kami hanya ingin mengetahui apa alasan kalian berjalan-jalan dimalam yang begitu mengerikan buat para manusia?” Tanya Remilia langsung ke inti.

“Karena aku ingin melihat daerah yang akan menjadi calon daerah pembangunan.” Jawab Adi singkat.
“Hoo… Jadi kalian ingin membuat sebuah peradaban, begitu.” Jawab Remilia.
“Benar.” Kata Adi.

Tiba-tiba tanpa disadari oleh mereka semua, Flandre dengan cepatnya bergerak mendekati keduanya. Adi segera menghalau serangan Flandre dengan cambuknya. Tentu saja serangan Adi membuat arah serangan Flandre meleset.

Adi bertanya kepada Remilia dengan nada agak marah, “Hei, kenapa adikmu menyerang kami? Padahal kami tidak melakukan apapun!”

Remilia menjawab, “Maaf, Sepertinya ia tidak bisa mengendalikan dirinya saat berhadapan dengan manusia. Dia ingin mencoba kemampuan dirimu. Jadi aku harap kau bisa mengerti.”

“Hmm…begitu ya…” jawab Adi.

Lalu tiba-tiba saja ia berseru kepada karpet buatannya, “Hai, karpet. Bawa orang diatasmu untuk pergi ke rumahnya.” Setelah itu Adi segera melompat dari karpetnya. Lalu karpetnya meninggalkan tuannya membawa Tetsumi. Adi tentu saja melayang diatas udara. Awalnya Adi berpikir mungkin ilmunya bakal membuatnya jatuh kebawah. Namun ternyata ia mampu melayang diudara beberapa detik kemudian.

Segera saja didalam hatinya ia berkata, “Sungguh puji Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena berkatnya aku mampu melayang diatas ketinggian dan mampu bergerak diatasnya.”

Namun ia tidak bisa bertahan dalam keadaan begitu saja. Karena Flandre sepertinya kembali menyerang Adi. Adi yang tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, segera melompat menyerang Flandre.
Tampak pertarungan semakin seru, walaupun belum bisa dipastikan siapa yang menang. Keduanya saling menyerang lawannya. Namun lawannya dengan cepatnya mampu melindungi sasaran, sehingga yang terjadi seringnya adu kekuatan. Dan sering sekali keduanya mundur karena kekuatan yang seimbang. Flandre menggunakan sebagian kekuatannya dan Adi menggunakan juga sebagian kekuatannya.
Karena pertarungan semakin sengit, Adi berkata kepada dirinya sendiri, “Kalau tidak bisa dikalahkan begitu mudahnya, biarlah aku buat ia lumpuh.”

Lalu Adi menjauhi medan pertempuran. Dan segera saja ia memusatkan kemampuan yang ada didalam dirinya. Tiba-tiba ada sebuah cahaya dari tangan Adi. Setelah itu Adi mendekati Flandre yang sedang mengambil ancang-ancang. Segera saja Adi memukul Flandre dengan cepatnya. Flandre yang tidak bisa menerima begitu saja serangan Adi, hanya mampu menerima. Tiba-tiba setelah dipukul di beberapa bagian tubuhnya, Flandre kehilangan keseimbangannya dan iapun jatuh dari ketinggian dengan kecepatan tinggi. Tampak jatuhnya Flandre seperti meteor jatuh ke bumi. Begitu tubuh Flandre menyentuh bumi, tampak ada cahaya seperti matahari kecil. Beberapa detik Kemudian pepohonan yang berada disekeliling Flandre tak berbentuk lagi. Adi yang tak menyangka bahwa kekuatannya bisa melumpuhkan lawannya dengan akibat begitu kejamnya.

Lalu Flandre yang jatuh itupun segera dibawa oleh Adi menuju kakaknya, yaitu Remilia. Tampak Remilia yang mau memarahi Adi Karena telah mencelakakan adiknya tidak jadi marah. Akhirnya Remilia berkata,

“Kau telah melumpuhkan adikku. Tetapi kau juga begitu beraninya membantu adikku, membuatku memberikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Sekarang ijinkan kami pamit.”

Lalu Scarlet kakak-adik itupun pergi meninggalkan Adi yang terbengong-bengong. Setelah mereka jauh, Adi melihat ada sebuah kain yang mendekati dirinya. Segera saja ia berseru, “Karpet!” Sambil naik diatasnya.


Tiba-tiba Adi melihat ada sebuah kertas diatas permadaninya. Segera Adi membacanya.

Adi, terima kasih atas tumpangannya membawa pulang diriku. Lain kali kau harus mengajarinya bagaimana menurunkan orang dengan benar. Bukan dengan cara membungkus orang didalamnya, lalu jatuh merusak sebuah atap rumah orang.
TTD

Tetsumi

Adi tersenyum membaca tulisan Tetsumi. Namun Adi melihat ada sebuah tulisan dibelakangnya.

“Catatan: Mungkin sebaiknya kau tetap disitu sampai kau selesai dengan urusanmu. Aku merasa akan ada yang mau bicara kepadamu.”

Segera saja Adi berkata kepada permadaninya, “Nanti kau akan kuajari bagaimana cara menurunkan orang yang baik dan benar.” Sambil mengelus karpetnya. Lalu permadaninya bergerak-gerak tanda setuju sambil mengerakkan ujungnya, seperti anjing yang senang dielus-elus. Adipun tersenyum mengingat kejadian dahulu saat ia bertemu dengan permadaninya.

Tiba-tiba Adi merasa ada yang mendekatinya. Segera saja Adi bersiaga menghadapi lawannya. Ternyata ada dua orang yang mendekatinya. Salah satunya adalah seseorang yang memiliki mata berwarna biru, rambutnya berwarna pirang dengan panjang sebahu, mengenakan sebuah bando warna merah, serta ada sebuah buku dan sebuah tipis dijari-jarinya. Dan satunya lagi seorang yang memiliki mata berwarna coklat, memliki sebuah tanduk dengan sebuah pita warna biru di salah satu tanduknya sebelah kiri. Ia juga mengenakan sebuah pita warna merah dikepala belakangnya.


-bersambung-
---------------------------------------------------------------------------------------------------
terimakasih yang sudah membaca cerita ini....
bila ada kekurangan, silahkan kirimkan kommentar kalian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar